Heri Koswara Tolak Pj Walikota Bekasi Terindikasi Korupsi

Bekasi Kota918 Dilihat

PADA Sabtu, 19 Agustus 2023 siang, Ketua DPD PKS kota Bekasi, H Heri Koswara MA, Wakil Ketua Umum DPN Peradi DR H Shalih Mangara Sitompul SH MH yang juga caleg dari PKS Dapil 1 Bekasi Timur dan Selatan, terlibat perbincangan serius, di sebuah tempat ngopi, kata orang sekarang Cafe, di bilangan Komsen Jatiasih.

Yang diperbincangkan, mulai soal strategi pemenangan PKS, Pj Kota Bekasi hingga menggalang kekuatan untuk memenangkan Anies Rasyid Baswedan jadi presiden.

Keduanya sepakat untuk memenangkan PKS di kota Bekasi, targetnya sih 24 kursi dari 50 kursi yang diperebutkan partai peserta pemilu.

“Kalau dapat 24 kursi Alhamdulillah, jika tidak yang penting jadi pemenang di Kota Bekasi agar kita merebut kekuasaan eksekutif,” kata Heri Koswara.

Sementara untuk Pj Walikota Bekasi, Fraksi PKS di DPRD sudah mengusulkan orang yang memenuhi syarat administrasi. Heri dan Shalih sepakat menolak Pj yang terindikasi korupsi. Karena salah seorang calon Pj Walikota yang diusulkan DPRD ke Mendagri melalui Gubernur Jawa Barat, terindikasi kasus tindak pidana korupsi.

Bahkan, sebelumnya H Anwar Anshori Mahdum SPdI, salah seorang tokoh masyarakat anti korupsi dengan tegas menolak Pj Walikota yang terindikasi Korupsi.

“Masa sudah dua Walikota Bekasi di Penjara karena korupsi, masa masih di usulkan orang yang terindikasi korupsi, ” tegasnya.

Reaksi yang sama dari BKMB Bhagasasi Kota Bekasi yang juga praktisi dan pengamat PAUDNI (Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal) Dr Abu Fayadh Muhammad Faisal MPd mengaku aneh, kenapa bisa ya calon Pj Walikota Bekasi rerindikasi korupsi.

“Pokoknya tangkap dan penjarakan Pj Walikota korupsi, tolak Pj Walikota korupsi, apalagi Allah telah mengingatkan bahaya riswah/korupsi dalam Qur’an Surat Ayat 188, dan bahkan Rasululloh bersabda:  Allah melaknat orang yang menyuap, orang yang menerima siap, dan orang yang menjadi perantara antara keduanya “. (HR. Imam Ahmad dan Ath Thabrani Sanadnya Shohih),” jelasnya.

Dari tiga nama yang disodorkan DPRD Kota Bekasi, satu diantaranya terindikasi korupsi yaitu Makmur Marbun terkait suap bupati Cirebon. Sedangkan Kusnanto yang diusulkan, akhirnya diganti Gubernur Jabar Ridwan Kamil menjadi Junaedi. Sebelumnya, Kusnanto juga terbelit kasus suap Walikota Bekasi Rahmat Effendi.(Imran Nasution)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *