Camat Bekasi Selatan Resmikan Bank Sampah RW 07 Kayuringin Jaya

Pendidikan662 Dilihat

Oleh Yoni Haris Setiawan

PEMERINTAH Kota Bekasi telah menyerahkan hibah barang milik daerah kendaraan pengangkut sampah jenis “Gerobak Motor (Baktor)” kepada masyarakat melalui perwakilan pengurus Rukun Warga (RW) dengan kategori RW terbaik dan terpilih. Sebanyak 254 unit Baktor diserahkan Pemda Kota Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup sebagai leading sector-nya.

Tujuan pemberian hibah barang milik daerah kendaraan pengangkut sampah jenis Baktor kepada masyarakat tiada lain untuk pengelolaan sampah rumahan dengan baik dan benar, sehingga dapat meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang bersih dan sehat dengan mengubah sampah menjadi barang produktif sebagai penambah sumber perekonomian warga.

Salah satu RW terbaik dan terpilih penerima manfaat dari Baktor adalah masyarakat RW 07 Kayuringin Jaya Kecamatan Bekasi Selatan. Ketua RW 07, Lili Fadli Muhammad menyampaikan kegembiraannya dengan adanya Baktor yang diamanahkan Pemkot Bekasi kepada warganya.

“Gerobak Motor ini merupakan sarana yang sangat efektif dan positif untuk pembiasaan dan mengedukasi kesadaran warga dalam kepeduliannya terhadap sampah yang ada di sekitar, minimal sampah di rumah masing-masing tidak dibuang sembarangan, tetapi menjadi produktif” tandas Lili.

Lebih lanjut Ketua RW 07 mengungkapkan, bahwa sebelum penggunaan Baktor RW 07 diresmikan, terlebih dahulu mengajak Mahasiswa Kelompok 10 IBM Bekasi yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah kerjanya untuk memulai aktifitas pengambilan sampah kepada warga.

“Selain berkolaborasi menjalankan program dan kegiatannya dengan Posyandu, Mahasiswa KKN juga dapat berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan lainnya yang diadakan warganya, termasuk pengambilan dan penyetoran sampah-sampah yang sudah dipilih warga dan dikumpulkan di rumah Ketua Rukun Tetangga (RT)” pungkas Lili.

Dua hari sebelum peresmian (Ahad, 29/10/2023), Petugas Baktor bersama Mahasiswa Kelompok 10 KKN IBM Bekasi secara berkeliling melakukan pengambilan dan penimbangan di tiap-tiap RT (01, 02, 04, 05, 06, 07, 08) kemudian di bawah ke Kantor RW 07 atau warga datang ke Kantor RW 07 dalam waktu sebulan sekali. Pengelola Bank Sampah RW 07 mengentry datanya dan dihitung kisaran jumlah per kilo.

Baktor Bank Sampah RW 07 Wijaya Kusuma pengoperasionalannya secara langsung diresmikan Camat Bekasi Selatan, Karya Sumkajaya (Rabu, 01/11/2023) yang digelar di Kantor RW 07 Kayuringin Jaya. Peresmian ini dihadiri Ricky Suhendar (Lurah Kayuringin Jaya), Eddy Supangkat (Direktur Bank Sampah Induk Patriot/BSIP) beserta jajarannya, Yoyok Sukaryo (Ketua FKRW), Bendahara RW 07, Pengurus PKK, Penggerak Posyandu, Pengelola Bank Sampah RW 07, Ketua RT 02, 04, 08, Tokoh Masyarakat, dan Mahasiswa Kelompok 10 KKN IBM Bekasi.

Direktur BSIP, Eddy Supangkat dalam sambutannya menjelaskan bahwa yang aktif saat ini sekitar 207 unit Bank Sampah meliputi 12 Kecamatan, 56 kelurahan dan 1008 RW. Di Kayuringin, Bank Sampah Wijaya Kusuma RW 07 merupakan unit yang ketiga terbentuk.

“Saat ini yang banyak Bank Sampahnya di Bekasi Utara dan Mustika jaya sekitar 60 Bank Sampah per kecamatan, mudah-mudahan ini dapat memberikan virus kepada RW-RW lain di kelurahan Kayuringin Jaya” harapan Eddy.

Menurut Eddy sangat menyayangkan, kesulitan dalam merekerut kalangan anak muda menjadi pengelola Bank Sampah. Kebanyakan pengelola dari kalangan usia tua yang menjadi relawan dan petugas sosial. Terdapat implikasi positif dari pengelolaan ini yaitu lingkungan menjadi bersih dan sehat. Dari sampah dapat diolah menjadi energi listrik dan produktifitas lainnya.

“Mudah-mudahan program yang telah dicanangkan RW 07 dengan Bank Sampah Wijaya Kusuma dapat berjalan, membantu program pemerintah. Kita rubah pengelolaan sampah menjadi lifestyle, Kita mengedukasi kepada masyarakat memilah sampah dari rumah untuk memiliki nilai ekonominya” tegas Eddy.

Sementara itu, dalam arahan dan sambutannya, Camat Bekasi Selatan menyampaikan selamat datang pada Mahasiswa Kelompok 10 KKN IBM Bekasi yang sedang melaksanakan KKN di Kelurahan Kayuringin Jaya Bekasi selatan, dalam implementasi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Camat Bekasi Selatan mengungkapkan bahwa, apabila setiap RW dibentuk Bank Sampah akan berpengaruh terhadap persoalan sampah di Bekasi Selatan yaitu akan teratasi dan menjadi inspirasi bagi RW lainnya. Kegiatan ini dapat mengatasi persoalan sampah yang berada yang ada di Bekasi Selatan, sampah yang dikelola dengan baik akan menjadi mutiara dan nilai rupiah, harus terus di support, dikembangkan dan RW 07menjadi percontohan.

Bank Sampah menjadi solusi edukatif sehingga akan menjadi virus yang positif dan terus virusnya berkembangbiak. Program Bank Sampah menjadi kegiatan primadona, semakin hari semakin meningkat dan dapat megatasi persoalan sampah di Bekasi Selatan.

 

“Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terbentuknya Bank Sampah Wijaya Kusuma RW 07, sukses buat kita semua, semoga apa yang telah diniatkan menjadi nilai ibadah” ungkap Camat Bekasi Selatan.

#Salam Jiwa Muda: Semangat Berkarya!
#Salam Diezzone: Kompak, Bersahaja, Berkhidmat!
Dok. Foto: Ponsel Yoni Haris Setiawan

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *