Proyek Galian Internet dan PDAM di Duren Sawit Ganggu Aktivitas Warga

Umum1607 Dilihat

KEMACETAN akibat adanya penggalian terus terjadi sehingga mengakibatkan jalanan ditutup. Proyek penggalian pemasangan jaringan internet Telkom terjadi di depan Yayasan Pendidikan Islam Al Halimiyah, Jl.l Robusta Raya No 31 RT 2/RW 7 Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (7/10/2023).

Proyek internet Telkomsel ini dilakukan atas pemerintah pusat, begitupun dengan proyek Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Namun tidak kunjung selesai sehingga menyebabkan kemacetan, terutama tiap pagi hari dimulai dari hari kerja sampai hari libur terus menerus. Sebab, penggalian itu di jalur utama menuju Sekolah Dasar yang tepat di depan proyek penggalian.

Setidaknya butuh waktu sampai satu bulan setengah. Proyek ini membuat warga serta pengguna jalan sekitar menjadi resah karena jalanan turunan kini menjadi lebih sempit serta sepanjang jalan dari ujung ke ujung penuh dengan galian internet.  Warga yang telah terbiasa lewat harus mencari jalan alternative lainnya dengan memutar arah menjadi lebih jauh.

Tidak hanya itu, karena penggalian ini banyak sekali tumpukan tanah yang tersebar di sisi badan jalan, membuat para pengendara menjadi terganggu. Pada saat terjadi hujan akan menjadi licin serta sebaliknya jika sedang terik debu akan bertebaran yang terkadang membuat pengendara menjadi tidak fokus dan terganggu.

Salah satu pengendara mengutarakan pendapatnya bahwa penggalian tersebut sudah benar-benar menggangunya.
“Jujur saja mbak, kalau menurut saya ini sangat mengganggu. Karena jalanan yang pada dasarnya memang sudah kecil menjadi lebih kecil karena adanya proyek tersebut, selain itu kemacetan selalu terjadi tiap hari. Mau tidak mau saya harus memutar arah lebih jauh lagi, padahal biasanya lewat jalanan ini bisa lebih cepat sampai pada tempat tujuan.” ujar Kamso.

Warga sekitar berharap pihak yang bersangkutan dapat segera merampungkan pembangunan proyek ini agar arus lalu lintas kembali seperti sebelumnya tanpa ada gangguan.

Saat ini proyek sedang menutup jalan total, sehingga hanya wali murid, guru, dan siswa Sekolah Dasar saja yang diperkanankan lewat. Hal ini juga membuat para pedagang khawatir karena penjualan mereka yang terus menurun.

Salah satu pedagang mengungkapkan keresahannya. “Sudah sebulan dek seperti ini, debunya membuat saya khawatir masuk ke dalam makanan. Omset penjualan saya jadi makin terus menurun karena yang biasa lewat pindah arah karena tau adanya pengalihan jalan,” kata Reza, sang pedagang. (Aisah Shofwatu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *