Calon Jamaah Haji yang Wafat 23 Orang, Pemanas Air Paling Laris

Umum231 Dilihat

HINGGA Rabu (29/5/2024), jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Tanah Suci mencapai 23 orang. Angka ini didapat dari data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama (Kemenag) yang dikutip pada Rabu (29/5/2024) pukul 23.35 WIB.

Wartawan koranbekasi.id Zulkarnain Alfisyahrin melaporkan dari Makkah, hingga Kamis (30/5/2024), jumlah calon jamaah haji asal Indonesia terus berdatangan ke Makkah, baik yang dari Madinah maupun Jeddah. Untuk khusus di Hotel Al Kiswah Makkah yang jadi favorit tempat tinggalnya masyarakat Indonesia pun terus meningkat jumlah huniannya. Dari pagi hingga malam hari, para jamaah tak henti-hentinya berdatangan.

Lagi-lagi pegawai hotel yang berjumlah 15 karyawan, baik lelaki maupun perempuan, menyambut kedatangan jamaah asal Indonesia dengan ramah. Setelah diiringi musik qasidah padang pasir, para jamaah diberi minuman, makanan. tas berisi Al Quran dan sajadah, juga sejumlah souvenir lainnya.

Sayangnya, yang jadi keluhan para jamaah yang menginap di hotel ini adalah tak disediakannya air pemanas dari dispenser pada setiap lantai. Sehingga jamaah yang hendak bikin kopi atau pun mie instan yang jadi santapan sehari-hari harus membeli pemanas air sendiri.

“Yang paling laris dibeli jamaah ya pemanas air. Bayangin, kalau setiap gedung ada 30 lantai, setiap lantai ada 20 kamar, dan setiap kamar harus beli pemanas air seharga 30 Riyal (1 Riyal=Rp4.500), lumayan juga nilainya,” ujar Kepala Rombongan (Karom) JKS 29 asal Kota Bekasi Sodikin.

Sebenarnya, keluhan ini sudah disampaikan saat pertemuan dengan Petugas Haji Indonesia (PHI). “Kalau dispenser diberi tapi ga ada tempat colokan listriknya, sama aja bohong. Ya mau gak mau kita masing-masing beli pemanas air untuk minum kopi dan merebus mie instant,” kata Sodikin.

Satu hal lagi yang kurang dari pihak hotel adalah tidak adanya keset kamar mandi. “Air kamar mandi jadinya meluber kemana-mana. Belum lagi soal handuk mandi yang gak pernah diganti kalau kita tidak minta. Kalau menu makan sih cukup bagus,” jelas Ny Elly, anggota rombongan JKS 29 yang menghuni lantai 26 Hotel Al Kiswah Makkah. (Bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *