Selamat Tinggal Makkah, Rombongan Menuju Kota Madinah

Umum199 Dilihat

ROMBONGAN haji kedua akan bertolak ke Madinah hari ini, Kamis (27/6/2024). Untuk KBIHU Maulana Azhari dari Kayuringin Kota Bekasi dijadwalkan berangkat jam 12.00 WAS atau pukul 16.00 sore ini.

Wartawan koranbekasi.id Zulkarnain Alfisyahrin dari Makkah melaporkan bahwa seluruh rangkaian rukun haji sudah selesai dilaksanakan. Terakhir pukul 23.00 malam tadi, jamaah yang normal menjalankan tawaf wada (tawaf perpisahan) dengan Baitullah.

“Afwan Bapak dan Ibu Haji Mabrur, selamat menjadi haji mabrur, semoga kita diberi kekuatan kesabaran untuk mengamalkannya. Mohon maaf lahir bathin bila ada khilaf dan salah dalam mendampingi bapak dan ibu haji.  Semoga Kamis siang hijrah kita ke Madinah membawa perubahan yang lebih baik. Tetep terus perbanyak istighfar, dzikir doa، infaq dan shodaqah hidup mudah bahagia dunia wal akhirat. Selama di Madinah tetep perbanyak sholawat. Semoga kita semua mendapat syafaat,” ujar Ustad Zaidun, pemilik yayasan KBIHU Maulana Azhari sepulang tawaf wada.

Jamaah haji Indonesia yang gelombang II kemarin sudah berangkat lebih dulu dengan jumlah 6.950 jamaah. Mereka tergabung dalam 17 kelompok terbang (kloter) yang berangkatnya dimulai pukul 07.00 WAS.

Sementara laporan dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Madinah, pihaknya sudah siap untuk operasional layanan jemaah haji gelombang II. Sebanyak 98 hotel tersebar di Lima Sektor sudah disiapkan untuk ditempati jemaah gelombang II yang tiba di Madinah.

Operasional layanan yang akan diterima jamaah secara penuh selama kurang lebih delapan atau sembilan hari di Madinah mencakup akomodasi, katering, transportasi, lansia, dan layanan kesehatan. Jamaah akan dapat konsumsi, serta makan pagi, siang, dan malam.

Nantinya, para jamaah haji akan berada di Kota Madinah untuk beribadah dan melakukan ziarah ke sejumlah tempat bersejarah yang ada di Kota Nabi. Namun, diingatkan, bila ingin beribadah di Masjid Nabawi agar tetap memperhatikan hal-hal seperti mencatat nama dan nomor hotel, memberi tahu dan mencatat nomor kontak PPIH di hotel.

Tidak seperti di Makkah di mana jarak hotel ke Masjidil Haram relatif agak jauh sehingga butuh Bus Shalawat, di Madinah hotelnya dekat dengan masjid Nabawi. Di kisaran 50 meter hingga 500 meter. Kondisi hotel juga berbeda dengan di Makkah. Di Madinah tidak sebanyak di Makkah. Bila di Makkah satu hotel ada yang bisa menampung sampai 20 ribu jemaah, di Madinah paling sekitar 1.500-an.

Karena jumlah kapasitasnya sedikit, maka tak heran jika hotel di Madinah memiliki lobi yang lebih kecil dibandingkan pemondokan di Makkah. Demikian juga jumlah lift hotelnya terbatas. Jadi, kalau mau shalat fardhu di Masjid Nabawi, jamaah perlu mengatur  waktu turun lift-nya.

Nah. karena karakteristik hotel di Madinah memiliki luasan yang lebih kecil dari hotel-hotel di Makkah, maka pihak hotel Madinah tidak menyediakan mushalla. Umumnya hotel di Madinah merupakan hotel berbintang 3 sampai 5. Karenanya, mereka tidak menyediakan tempat cuci jemur seperti di Makkah.

Selama di Madinah, jamaah akan berziarah ke beberapa lokasi, seperti Raudhah, Masjid Kuba, Jabal Uhud, dan sebagainya. Untuk masuk Raudhah, para jamaah akan menggunakan tasreh yang sudah didaftarkan Bimbad Madinah. Diimbau agar jamaah senantiasa menjaga kondisi fisik selama di Madinah. Jadi jangan memaksakan diri dalam beribadah. Tetap gunakan alat pelindung diri bila keluar dari penginapan.

Cuaca di Madinah lebih panas dari Makkah sehingga alat pelindung diri penting untuk dibawa jamaah, misalnya jamaah harus menggunakan sunscreen, topi, dan kacamata. Payung dan botol semprot (spray) juga harus dibawa. Terakhir, jangan lupa sering minum untuk menghindari dehidrasi.

“Selamat tinggal Baitullah. Selamat tinggal Masjidil Haram. Selamat tinggal kota Makkah. Suatu saat nanti Insya Allah kita bertemu lagi,” ujar eks pejabat pensiunan Departemen Perindustrian dan Perdagangan  berusia 76 tahun bernama Haji Tjetje Chaerudin, salah satu rombongan KBIHU Maulana Azhari dengan nada sedih. (Bersambung)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *