IBM Bekasi Hadirkan Guru Besar Ekonomi UMY pada Kuliah Tamu

Pendidikan576 Dilihat

TUJUH puluh delapan Mahasiswa Institut Bisnis Muhammadiyah (IBM) Bekasi mengikuti perkuliahan via online, Kamis (27/7/2023) yang dipandu Kaprodi Ekonomi Pembangunan IBM Bekasi, Azwar Kholid. Kegiatan Kuliah Tamu ini mengundang Pembicara Endah Saptutyningsih (Ketua Program Studi Ekonomi sekaligus Guru Besar dalam Bidang Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan mengambil topik “Industri Hijau: Inovasi dan Peluang Bisnis di Green Economy.”

Dalam sambutannya, Rektor IBM Bekasi, Jaenudin mengemukakan bahwa penyelenggaraan Kuliah Tamu Ekonomi Pembangunan inilah semangat keilmuwan untuk mahasiswa dalam menimba pengalaman bukan hanya dari Dosen IBM Bekasi tapi juga dari dosen luar. Termasuk mengundang Guru Besar Ekonomi UMY yang akan memberikan pengetahuan wawasan keilmuan terkait industri hijau inovasi dan peluang bisnis di era green economy.

“Sekadar informasi di forum ini, bulan ini IBM Bekasi sudah mendirikan sebuah PT (Perseroan Terbatas) Surya Global Entrepreneur, mudah-mudahan PT ini dapat menjalankan green economy. PT tahap pertama akan bergerak di bidang distributor berbasis aplikasi untuk melayani para UMKM di Kota dan Kabupaten Bekasi,” papar Jaenudin.

Dengan adanya PT Surya Global Entrepreneur sebagai pusat inkubasi bisnis, para mahasiswa IBM Bekasi siap untuk bergabung untuk mempromosikan label bisnisnya. Langkah ke depan peluang ini para mahasiswa dapat memantapkan perannya sebagai pelaku bisnis.

Prodi Ekonomi UMY telah membuka program atau jurusan yang konsentrasi pada green economy. Menurut Endah dalam paparan kuliahnya mengemukakan Indonesia baru belajar untuk menerapkan green economy dalam pembangunan. Tentunya ini berawal dari kita sendiri secara individu yang nantinya dapat berdampak secara nasional. Disini peran mahasiswa dalam mendukung green economy sangat dibutuhkan.

“Jadi pada kesempatan kali ini Saya diberi amanah tentang industri hijau, bagaimana peluang bisnisnya. Saya minta teman-teman untuk berpartisipasi, sejauh mana teman-teman tahu tentang brown economy atau black economy atau ekonomi tradisional,” ajak Endah.

Lebih lanjut Endah menguraikan, di dunia ini banyak industri kegiatan ekonomi yang tidak mempertimbangkan bagaimana dampaknya terhadap lingkungan sekitar, apa yang terjadi? Banyak sekali terjadi fenomena-fenomena alam karena perbuatan manusia. Alquran menjelaskan bahwa kerusakan di muka bumi ini karena ulah manusia juga. Nah ini makanya dari kita sendiri kita harus mengetahui bagaimana menjaga kelestarian lingkungan supaya tidak rusak?

Endah juga menyatakan terkait tantangan dari industri untuk mendukung terciptanya green economy, yaitu bagaimana supaya pertumbuhan ekonomi itu bisa berjalan dengan menggunakan sumber daya yang ada, dengan menggunakan energi yang kita gunakan, dengan mengonsumsi sumber daya yang ada, tapi kita tetap bisa mempertahankan kelangsungan sumber daya tersebut.

“Jangan sampai sumber daya alam tadi di eksploitasi, kalau kondisi lingkungan itu menjadi baik otomatis kesehatan bisa meningkat. dengan do more with less tadi kita mencipatakan bagaimana pembangunan industri itu sustainable tetap berkelanjutan supaya pembangunannya kita jadi lebih sehat polusinya berkurang, polusi apa aja bisa air, tanah, udara bisa disebut avatar ada bumi, air, tanah, udara,” lanjut Endah.

Tujuan dari green industry ini adalah meningkatkan kesehatan (healthy), pendapatan (income), dan kualitas hidup (quality of life). Dalam pembangunan industri yang sustainable maka kita mengurangi sumber daya alam yang ada, artinya tidak di eksploitasi sembarangan lalu polusinya nanti dampaknya dapat berkurang.

Ketika kita memiliki aktivitas ekonomi untuk meningkatkan gross domestic product atau pendapatan nasional maka aktivitas ekonomi itu tidak dapat dipisahkan dari input. Lalu bagaimana tahapan-tahapan untuk menuju pemisahan antara dampak negatif lingkungan dengan pertumbuhan ekonomi? Tahapan cara comprehensive, consistent, dan holistic pendekatannya. Greening of existing industries untuk mendukung pertumbuhan ekonomi tapi kita harus menjadikan industri tersebut menjadi greening industry maka harus melakukan adaptasi dalam proses produksinya.

Lalu program inovasi industri hijau bertujuan untuk membantu inovasi yang berbau green economy dan juga membuka peluang-peluang usaha dengan aktivitas, misalnya berbagai macam usaha yang ada kaitannya dengan green economy yaitu, mengurangi produksi sampah, mengurangi polusi udara tanah, air, penggunaan teknologi yang environmentaly industry atau perusahaan itu harus menggunakan teknologi tersebut. Lalu juga meningkatkan green job creation dan entrepreneurship. Jadi kewirausahaan yang berbasis lingkungan tanpa merusak lingkungan. Usaha dengan menggunakan limbah sebagai bahan bakunya.

Sedangkan komponennya adalah greening of industries dan creating new green industries. Hal ini membantu perusahaan-perusahaan untuk memperbaiki produktivitas supaya mereka tetap dapat menghasilkan produk namun mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, dengan efisiensi penggunaaan bahan baku, energi, dan air. Karena air sangat vital untuk kehidupan, mengurangi sampah dan emisi, mengurangi bahan beracun.

Satunya adalah new green industries jadi menciptakan industri baru pastinya dengan 3R (Reduce, Reuse, Recycle; “Mengurangi”, “Menggunakan ulang” dan “Mendaur ulang” sampah). Industri juga ada kaitannya dengan penggunaan teknologi untuk mengontrol polusi lalu juga teknologi untuk renewable energy diperlukan untuk mendukung green industry.

Usaha jasa yang mengandalkan konsep lingkungan misalnya penggunaan kemasan yang tidak menggunakan plastik atau pembuatan kemasan-kemasan dengan menggunakan bahan ramah lingkungan. Sedangkan bisnis yang berwawasan lingkungan kualitas produksinya keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian.

Harapannya, bila yang masa lampau mahasiswa sebagai generasi pelanjut, penjaga dan perawat sumber daya alam ini tidak peduli lingkungan karena mengabaikan green economy, mulai hari ini lakukan keseimbangan alam, kampanyekan hidup sehat, temukan inovasi-inovasi untuk menjaganya. [Alfadhira Ridho Rosadi, Mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan IBM Bekasi/Editor: Yoni Haris Setiawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *