Khotbah Shalat Jumat di Madinah Hanya 10 Menit, Sedih Meninggalkan Mu Ya Rasul

Umum192 Dilihat

DIBUANG sayang. Itulah detik-detik terakhir sebelum meninggalkan Madinah, Jumat (5/7/2024). “Pak sayang kalau gak dibuat tulisan terakhir kita shalat Jumat di Madinah. Tulisan ya pak,” kata Yusuf Hisyam saat tengah menanti shalat Jumat di pelataran hotel di Madinah. Yusuf adalah jamaah termuda, berusia 18, dari Kota Bekasi.

Lha kan sudah dibuat tulisan terakhir tadi pagi Suf. “Sayang kalau gak dibikin Pak, tulisan terakhir Pak,” pinta Yusuf, mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) jurusan Public Relation (PR) semester satu.

Seperti dilaporkan wartawan koranbekasi.id Zulkarnain Alfisyahrin dari Madinah, usai shalat Jumat, hanya setengan jam lagi shalat dimulai, tapi kami terhenti di depan pintu hotel. Rupanya jamaah yang hendak shalat Jumat sudah tumpah ruah sampai ke sepanjan pelataran ruko dan hotel yang ada di Madinah. Kami pun duduk untuk shalat Jumat di luar pintu depan hotel.

Bahkan sejumlah jamaah dilarang shalat Jumat di pintu jalan masuk hotel. Dua pria Arab tampak ngotot ingin duduk, ditolak keamanan hotel.

Sebelum shalat Jumat dilaksanakan, khatib membacakan khotbahnya hanya 10 menit. Persis saat yang sama saya shalat Jumat minggu lalu di Masjid Nabawi. Hanya 10 menit saja. Saya jadi teringat ketika shalat Jumat di Asrama Haji Embarkasih Kota Bekasi yang paling lama khotbahnya hanya 15 menit. Pun paling sering hanya 10 menit saja. Beda dengan masjid yang lain di Kota Bekasi yang khatibnya bisa berlama-lama, rata-rata setengah jam dan pun bisa bikin ngantuk jamaahnya.

“Gak bikin kita ngantuk ya Pak, walaupun kita gak ngerti isi khotbahnya (bahasa Arab),” kata Yusuf lagi.

Di saat shalat Jumat itulah, hati saya menangis karena inilah shalat terakhir saya di Masjid Nabawi. Saya akan meninggalkan mu ya Rasul. Saya sudah selesai menemani mu ya Rasul. Selamat tinggal Madinah.

Kami pun bersiap-siap kembali ke hotel untuk mengemasi barang-barang yang akan dibawa pulang ke Kota Bekasi. Setelah santap siang kami pun segera berkumpul di lobi hotel karena bis menuju Bandara Madinah sudah menunggu.

Terimakasih buat keluarga besar KBIHU Maulana Azhari yang dipimpin Ustad Zaidun, terimakasih buat Sekretaris Daerah Kota Bekasi H Junaedi dan seluruh jamaah haji dalam rombongan KBIHU Maulana Azhari. Semoga persaudaraan dan tali silaturrahmi yang terjalin dengan baik selama 40 hari di Makkah dan Madinah tidak pernah putus.

Haji Mabrur di Nabawy yang penuh berkah. Semoga Allah terus menjaga Haji Mabrur kita semua. Aamiin. (Selesai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *